Warming Up
cek, cek, cek sound.... ehem ehemmm.....
yups, Alhamdulillahirobilalamin satu lagi blog aku luncurkan. Setelah Catatan Iseng Derek dan Malam Minggu Nikken kini dengan penuh rasa bangga saya persembahkan Surat untuk Bang Radit.
Kamu pasti udah tahu lah, Radit siapa sih yang dimaksud? Siapa lagi kalau bukan Raditya Dika. Penulis favorit aku yag telah menginspirasi aku untuk selalu menulis. Dan kamu tahu apa mimpiku? aku ingin bertemu dengan dia dan menjadi sepertinya. Iya, aku ingin jadi penulis. Suatu hari nanti kamu bakal lihat buku aku dijual di toko buku kesayangan kamu. Hemmmmmm, gimana ya rasanya.
Nah, tujuan aku buat blog ini adalah sebagai bukti keseriusanku ingin bertemu dengan Bang Radit. Cara degan rutin menulis surat kepada beliau. Aku tahu, kemungkinannya kecil suratku bakal terbaca olehnya apalagi sampai dibales, orang mention aja belum pernah dibaleskan? Tapi nggak masalah bagi aku yang penting ada usaha yang kontinyu (semoga) sebagai wujud kesungguh-sungguhanku ingin bertemu sama dia.
Sebetulnya, kalau hanya ingi bertemu aja bisa-bisa aja sih langsung samperin ke tempat di manapun dia berada terus minta foto dan tanda tangan. Itu yang biasanya dilakuin sama fans-fans kebanyakan, dan aku yakin nggak semua orang yang minta foto dan tanda tangan kaya gitu bakal diinget. Paling semenit dua menit juga bakal lupa kan? tadi itu siapa, dari mana kok tiba-tiba mita foto? ah sudahlah namanya juga fans... Nah, aku nggak pengen jadi seperti itu. Iya aku fansnya, tapi aku nggak pengen jadi fans yang biasa aku pengen jadi temennya dan yang nggak akan dia lupain. Bang Radit seorag penulis cara sederhana supaya bisa jadi temannya adalah dengan cara menjadi penulis juga. Dan inilah awalya.
Dalam hal ini aku bukan ingin sesumbar maupun takabur, hanya saja ini merupakan usaha untuk mewujudkan sebuah mimpi sederha yang darurat harus dipenuhi. Do'akan saya teman-teman.....
:D :D :D
Oh iya, sampai lupa. Nantinya dalam blog ini bakal aku posting surat-surat yang aku kirimkan ke Bang Radit beserta balasannya jika dibalas (Aamiin). Kemungkinan terburuk jika tidak pernah dibalas, insyaAllah aku bakal tetep nulis surat buat Bang Radit.
Doanya ya......


0 komentar: